Ada apa dengan ketinggian 3265mdpl, tersebut?
Mengapa aku selalu tertarik untuk kembali menginjakkan kaki di puncak itu?
Bagaimana dengan suasanya sekarang?
Apakah masih sehangat teriknya matahari ketika terbit dan sedingin hembusan angin gunung ketika malam?
Siapakah yang akan terus ikut berperan menjaganya ketika aku sedang sibuk dengan urusan duniawi?
Dimana aku bisa begitu tenang merasakan setiap embun yang turun menyelimuti ketinggian seperti di rumah kedua-ku itu?
Kapan lagi aku bisa merasakan kebebasan alam seperti itu?
Terimakasih karena aku selalu dilahirkan kembali menjadi manusia yang belajar untuk berproses melalui alam..
Kaki ini tak akan pernah berhenti melangkah. Prosesku belajar dalam pendakian telah menuntun untuk berhasil melewati seleksi alam yang ada...
Senin, 29 April 2013
Kamis, 11 April 2013
Netjeret Mer-it-es: Dewi Kesayangan Ayahnya
Hari ini seperti biasa aku ingin menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur dan terimakasih..
Hari ini Mama tidak biasanya mengunjungiku di tempat aku berkehidupan sekarang, di tanah Serpong..
Hari ini pula aku dengan sumringahnya menyambut beliau di anak tangga dormitory tempat aku setiap hari menitikan langkah..
Hari ini aku kira Papa juga hadir..
Hari ini aku kira aku akan memberikan senyuman hangat kepada beliau..
Hari ini aku kira aku akan menyombongkan diri kepada beliau dengan semua bagian yang menjadi sejarah dalam ku berkehidupan..
Hari ini aku hanya mendengar suara beliau melalui telepon genggam..
Hari ini aku benar-benar merindukanmu,
Papa..
Mungkin nanti pulang ke Solo aku akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman SMA-ku.. tetapi jauh dari pada itu aku tahu beliau merindukan aku ketika aku masih tidak mengenal dunia remaja, dimana beliau selalu menjadi korban keaktifan, kecerewetan, dan kenakalan kanak-kanakku..
Bukan aku tak bersyukur Ibuku datang kemari.. tetapi lebih dari pada itu aku benar-benar merindukan sosok kuat dan tangguh itu yang selalu menyembunyikan lubuk hati terdalamnya dalam senyuman dan pekerjaan..
Mungkin nanti ketika Wisuda.. Mungkin nanti.. Suatu hari beliau tiba-tiba sudah menantikan sambutan senyum dan teriakan ramah dariku..
Hari ini Mama tidak biasanya mengunjungiku di tempat aku berkehidupan sekarang, di tanah Serpong..
Hari ini pula aku dengan sumringahnya menyambut beliau di anak tangga dormitory tempat aku setiap hari menitikan langkah..
Hari ini aku kira Papa juga hadir..
Hari ini aku kira aku akan memberikan senyuman hangat kepada beliau..
Hari ini aku kira aku akan menyombongkan diri kepada beliau dengan semua bagian yang menjadi sejarah dalam ku berkehidupan..
Hari ini aku hanya mendengar suara beliau melalui telepon genggam..
Hari ini aku benar-benar merindukanmu,
Papa..
Mungkin nanti pulang ke Solo aku akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman SMA-ku.. tetapi jauh dari pada itu aku tahu beliau merindukan aku ketika aku masih tidak mengenal dunia remaja, dimana beliau selalu menjadi korban keaktifan, kecerewetan, dan kenakalan kanak-kanakku..
Bukan aku tak bersyukur Ibuku datang kemari.. tetapi lebih dari pada itu aku benar-benar merindukan sosok kuat dan tangguh itu yang selalu menyembunyikan lubuk hati terdalamnya dalam senyuman dan pekerjaan..
Mungkin nanti ketika Wisuda.. Mungkin nanti.. Suatu hari beliau tiba-tiba sudah menantikan sambutan senyum dan teriakan ramah dariku..
![]() |
| Bandung - 1996 |
![]() |
| Lawu - Perjalanan Pos Bayangan |
Senin, 01 April 2013
Apakah Benar Seperti Ini?
I love you. Always have, always will.
Mungkin sedikit. Seperempat tetapi cinta. Bagaimana dong? Hehehe
Langganan:
Komentar (Atom)

