Sudah lama aku jarang memberikan tulisan-tulisan di blog ini. Hari ini aku sempatkan untuk aku bisa memberikan keluh kesah sebagai manusia biasa terutama Imelda yang biasa saja. Maksud hati sudah berbagai kegiatan dan pengalaman indah dan menyenangkan yang aku alami selama rentan waktu dari post terakhirku beberapa bulan yang lalu. Hal indah pasti akan selalu diingat karena memiliki kesan yang pasti membuat bungah di dalam hati. Entah itu ke Bali, naik gunung bersama Papa, suksesnya Miss UMN, pengalaman menjadi kandidat Calon Ketua periode 2013-2014, hingga dilantik kembali sebagai Koor. Humas dari Badan Eksekutif Mahasiswa UMN (Universitas Multimedia Nusantara).
Hari ini bukan hal-hal diatas yang akan aku bagikan ke kalian..
Berawal dari keinginan untuk memiliki handphone super canggih dan tahan banting Sony Xperia Acro S. Tahun lalu, 2012 aku sudah ingin berganti handphone karena yang aku miliki waktu itu Nexian sudah kurang layak dan kurang mendukung dalam kegiatan aktivitas sehari-hari yang you know anak zaman sekarang memerlukan mobilitas yang tinggi terhadap internet. Januari 2013, Mama menjanjikan untuk membelikan aku handphone tersebut tetapi karena satu dan lain hal terpending hingga tengah tahun. Tengah tahun dana sudah ada, Acro S-nya sudah tidak ada dipasaran padahal dengan harga yang sama aku bisa mendapatkan Iphone 4S. Tapi lagi-lagi karena keinginan punya handphone yang canggih dan bisa dicelup di air aku ingin pindah ke Sony Xperia V. Lagi-lagi terpending padahal Sony Xperia V sudah di depan mata. Singkat cerita akhirnya mau dibelikan yang Z tetapi karena di toko adanya yang Z Ultra alhasil Mama membelikan yang Z Ultra.
Senang? Tentu iya.
Beban? SANGAT! Sebagai anak yang tahu bahwa orang tuanya tidak mudah menghamburkan uang untuk gadget seperti itu tentu aku sangat bersyukur dan berterimakasih. Apalagi dengan sifat negatifku yang semenjak dulu ada yaitu kalau punya keinginan harus tercapai.. Itu membuatku sangat-sangat-sangat berysukur dan boleh dikatakan sombong dalam pemakaian handphone itu.
Singkat cerita 14 Desember 2013 Dimana aku mengeluhkan 4 event: Launching buku di Grand Indonesia, Launching Taman Baca Indonesia Mengajar di Lereng Indah, kuliah umum di Kampus tentang Komunikasi Internasional, dan LDK BEM di Bogor. Hari dimana aku harusnya pusing memikirkan event-event tersebut secara bersamaan malah tersapu bersih karena hilangnya Sony Xperia Z Ultra tersebut.
Sebagai manusia biasa tentu aku panik, bingung, dan tidak tahu harus berbuat apa walaupun di dalam otak sedang berpikir keras dengan segala rencana.
Pelajaran hidup? Memang.
1. Sekeras apapun hati meyakinkan diri bahwa masih banyak orang baik dan jujur, kenyataan terkadang berkata lain.
2. Sebaik apapun karma yang kamu lakukan? Kamu tidak bisa menentukan kapan karma baikmu selama ini untuk dihitung.
3. Siapa orang-orang terbaik yang tetap disampingmu? Selalu ada dan percaya bahwa mereka adalah malaikat-malaikat yang dikirim oleh Tuhan supaya bisa menguatkanmu dengan berbagai cara mereka.
4. kembalilah ke KELUARGA. Mereka adalah orang pertama yang tersakiti oleh tingkah laku arogan dan tolol karena handphone yang hilang ini.
Sebagai manusia biasa aku hanya bisa berdoa dan berusaha mengirimkan telepati kepada orang yang sedang 'menyimpan' handphone ku untuk mau berbaik hati mengembalikan handphone tersebut. Nyatanya sampai kapan keyakinanku pada orang tersebut ada?
Semoga malaikat memenangkannya..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar