Minggu, 30 Juni 2013

Sedikit Cerita Tentang Dua Cinta

Cinta.
Menurut KBBI daring, cinta merupakan kesukaan atau sayang sekali. Catatan saya kali ini mengungkapkan tentang kecintaan saya terhadap beberapa barang. Yap! Saya tidak akan pernah berucap 'Selamat Tinggal' kepada barang-barang ini:
  1. Sandal Gunung. Boleh jadi saya memang sangat menyukai high heels 13 cm yang sekarang sering saya gunakan ke kampus atau kegiatan lainnya. Boleh jadi saat pertama kali saya membeli heels tersebut saya begitu menyayanginya, hingga saya peluk sampai tertidur. Namun, sandal gunung tidak akan tergantikan. Keduanya berada pada rak yang sama tetapi digunakan pada situasi dan suasana yang berbeda. Saya masih akan tetap setia bersama sandal gunung kesayangan saya itu sampai pendakian-pendakian berikutnya mengingat pertama kali saya mengenalnya saat kelas 2 SMA dan pada saat itu saya dipercaya menjadi Ketua Pendakian Lawu Massal.
  2. Holden. Memang sekarang saya merengek kepada Papa untuk diperbolehkan membawa Cherokee atau BMW 320i. Boleh jadi pilihan tersebut karena sesuai kebutuhan, kedua mobil tersebut yang saya perkirakan nyaman dan aman untuk dipergunakan saat ini di Serpong-Jakarta. Mungkin memang diperlukan mobil yang 'lumayan tidak rewel' untuk dapat hidup di kota padat ini. Tetapi saya tetap akan menggunakan Holden, Jeep CJ-7, Buick, Flat Master, Dodge, Chevelle, Impala, dan muscle car lainnya ketika saya sudah memiliki penghasilan sendiri dan mampu memberi penghidupan pada mobil-mobil tersebut. 'Maklum' butuh sekedar dari uang jajan mingguan untuk dapat memberi kehidupan pada mobil-mobil 'otot' itu.
Dibalik catatan: 

Semua ini karena Sandal Gunung dan Holden itu 'Papa' stuff sekali. Saya mengenal Gunung juga dari beliau. Awal ceritanya kelas 6 SD saya mulai merasa terjurumus ke lingkaran 'kapok cabai' karena mendaki gunung. Waktu itu pendakian gunung masih terasa menyiksa sekali karena belum ditemukannya 'pasangan' yang pas. Mulai dari sepatu sekolah *Reebok*, sepatu satpam yang hitam dan berat *PDL*, hingga akhirnya setelah berdebat dan berargumen dengan Papa karena keamanan sandal gunung akhirnya saya diijinkan untuk membeli satu sandal gunung sebagai pasangan pendakian-pendakian berikutnya. Teringat sandal gunung tersebut saya beli dengan ditemani oleh salah seorang teman pecinta alam. Kemudian sandal gunung tersebut pertama kali dipakai di Gunung Lawu 2010 saat saya dipercaya menjadi Kepala atau Ketua Pendakian Massal. 
Sampai sekarang sandal gunung tersebut masih begitu awet karena dijaga (sudah mengalami jahitan berulang kali agar awet) dan dibawa ke Serpong untuk dapat digunakan pada aktivitas-aktivitas lainnya. Sandal gunung tersebut ketika saya masih SMA membuat saya percaya diri karena kelangkaan anak-anak yang menggunakan sandal tersebut. Petualangan bersama sandal gunung tersebut-pun tidak sebatas pada pendakian gunung tetapi juga ketika jalan-jalan bersama papa, kemudian PAPL di PangudiLuhur Brawijaya, penanaman bibit bakau ke pulau rambut, evakuasi banjir di daerah kresek-balaraja, ikut menemani ketika saya menemani Papa mengantar mesin-mesin naik CJ-7 dan masih banyak cerita lainnya :)))
Sedikit berbeda cerita dari Sandal Gunung. Holden sendiri sudah diperkenalkan kepada saya bahkan ketika saya masih belum lahir. Saya tidak akan pernah bisa lupa dengan keganasan mesin di bawah kap Holden tersebut. Walaupun Holden sendiri memiliki beberapa varian seperti Kingswood, Premier, Belmont, StateMan, Station, Torana, Monaro, dan yang lain-lainnya. Keorisinalitas dari mesin sekelas V-8 sampai sekarang tidak ada matinya. Holden sendiri merupakan pabrikan dari Australia tetapi di Indonesia tidak diragukan lagi banyak sekali pemuda karbitan yang mencari-cari mobil jenis satu ini. 
Papa merupakan salah seorang yang sampai sekarang masih memiliki kegemaran memburu Holden ini. Penasaran? Monggo bisa mampir ke rumah saya di Jl. Ahmad Yani no 364-386 Surakarta. Saya sempat benar-benar kesal habis-habisan ketika papa merelakan holden-holden dan mobil lawasnya dengan alasan:
"Itu nanti holdennya dibangun sama yang beli, kamu nanti beli aja yang udah bagus." dengan gaya woles-nya tersebut. Tetapi apa boleh dikata dan apa boleh diperbuat. Saya hanyalah anak beruntung yang dilahirkan ditempat yang menurut saya sangat tepat karena dipertemukan dengan hal-hal tersebut. Hahaha. Pada akhirnya saya percaya bahwa nanti saya akan membeli kembali puluhan mobil yang masuk dan keluar dari rumah saya itu. Dibantu doa ya semuanya. Amin :)

6 Bulan Berkehidupan. Selamat Datang Juli!

Hallo Juli! Boleh jadi Juli merupakan salah satu bulan dari 12 bulan yang ada yang mungkin dinanti oleh seseorang (saya) yang merasa hidupnya selama 6 bulan lalu masih hampa.
Terimakasih karena telah menyadarkan saya bahwa masih terdapat 6 bulan tersisa untuk menyelamatkan 2013 ini dengan sempurna. Viva 2013! Tuhan berkarya, manusia diberkati :))


  1. Diawali dengan sesuatu yang sedang ditunggu-tunggu semenjak Januari lalu. Bisa jadi merupakan status baru, barang/kebutuhan tertentu yang akhirnya tergantikan dengan yang baru, pribadi baru, pemikiran baru, ide baru, keinginan baru, rencana baru. Improvisasi,
  2. Bersenang-senang menikmati liburan semester yang 'lumayan'. Mengingat, saya seharusnya sudah mulai berlibur dari 24 Juni. Berbagai tanggung jawab seperti BEM, Teater, dan pertemanan, akhirnya membuat saya memutuskan untuk menunda liburan dan kepulangan hingga KRS-Semester ganjil berakhir. Jika jadi, Tuhan berkenan, dan teman memang sangat maha baik maka mungkin terbayarkan dengan Pantai Pramuka. Kalau dirasa Pantai Pramuka masih muluk, saya masih mensyukuri apabila ada yang berbaik hati mengajak saya ke Kwitang untuk berburu harta karun: buku,
  3. Mengejar target yang sudah berada ditengah-tengah jalan. Yak! Tak lain dan tak bukan adalah OMB 2013 dengan jobdesk sebagai seorang Koor. PIC yang dapat bertanggung jawab. Kemudian masih seputar Miss UMN dengan pencarian dana yang lebih 'highclass' dengan target ter-hufftness. Semoga kabul ya saudara-saudara! Hahaha,
  4. Jangan lupa ya Denayuimeldadeh untuk menabung atau menyisihkan uang jajan mingguan. Semua ini demi One Republic yang entah akan dengan siapa menikmati pertunjukan konser tersebut karena sepertinya peminat di Indonesia (teman-teman saya) masih minim. Ohiya, mengingat selama di Serpong belum menyentuh sama sekali konser-konser. Huft! Salah siapa ini, salah twitter karena gara-gara batas tweet-nya saya jadi gagal menang 2 tiket konser JRL 2013 dengan pautan 4 tweet saja, atau Soundrenaline yang berakhir dengan ricuh, atau Sigur Ros yang kalah tiket karena tidak mumpuninya peralatan untuk menang? Hahaha. Kemudian,
  5. Mungkin bisa singsetin badan sedikit, demi dress Miss UMN nanti bisa menarik hati. Demi speech! dan demi rencana hemat yang keramat,
  6. KULIAH YANG BENAAARRRR! Dimaksudkan kepada Denayuimeldadeh bahwa kuliah dengan benar itu adalah mengejar nilai B paling minim untuk UTS mengingat kejadian UTS semester 4 porak poranda, badai gurun, gunung meletus, bumi gonjang-ganjing kan kan kan,
  7. Keluar secara baik-baik dari organisasi yang satu itu dan masuk organisasi menyenangkan tetapi melelahkan tetapi memuaskan yang sempat terhenti karena kemalasan untuk naik-turun tangga. Kembali ke alam lebih baik sepertinya (Kembali fokus ikut Mapala aja deh). Hitung-hitung persiapan karena mau ikutan Indonesia Mengajar #Eh (Kata orang seleksinya sulit-sulit njelemit gitu). Lalala Yeyeye *pompom.

Semoga berkat di Juli ini dapat begitu menyenangkan dan terlaksana, jikapun tidak berarti ada skenario 'terbaik' yang disiapkan dari-Nya untuk saya. Hehehe.
Selalu bersyukur, tersenyum, dan bahagia - denayuimeldadeh

Sabtu, 29 Juni 2013

Antara Poros dan Proses Kedewasaan

30/06/2013

Hari ini merupakan hari puncak dari seminggu penuh kehidupan yang berisi dengan dilema, belenggu, amarah, dan keraguan. Seminggu ini kekesalan kerap kali tertumpah dengan air mata, penyesalan, dan doa. Terimakasih untuk pendengar yang masih selalu setia mendengar keluhan-keluhan dan kemanjaan sebagai manusia. Permintaan maaf kepada kawan-kawan dan keluarga yang selama ini terimbas oleh minimnya kedewasaan. Boleh jadi kedewasaan pada diri ini masih akan terus berproses karena kedewasaan tidak pernah ada habisnya.
Maaf kan Imel... 
Maaf telah selalu memberi kerepotan semenjak dari hari kelahiran, hari masuk sekolah, hari berteman, hari sekolah, hari kuliah, hari berorganisasi, dan hari-hari lainnya. Setidaknya aku masih mencoba untuk sadar diri dan membantu (berdamai) dengan diri sendiri terlebih dahulu.

Dibalik catatan:

Dalam kehidupan bermanusia, pastilah kita mengenal dua jenis kata: Terimakasih dan Maaf. Antara poros dan proses kedewasaan dalam berkehidupan, selalu terdapat kesinambungan diantara keduanya. Tidak ada salah satunya yang paling baik.. Semua tergantung poros penggunaan kata-kata tersebut berada dimana dan proses pengucapan kita.... Apakah setulus maknanya? Hanya dalamnya hati seorang yang tahu :))


Sabtu, 22 Juni 2013

Ketika Loyalitas Menghargai Sebuah Tanggung Jawab

LOMENTANG - Loyalitas, Menghargai, dan Tanggung jawab...
Ketiga kata-kata tersebut ada ketika saya 'tertendang' dari salah satu keluarga yang saya cintai. Keluarga yang saya relakan selama 2 tahun untuk belajar dan berproses bersama.. Barangkali sekarang saya masih menganggapnya sebagai keluarga..

Semua ini berawal dari rindu akan masa SMA. Memang banyak orang yang mengatakan bahwa masa SMA adalah masa yang paling sulit untuk dilupakan. Memang benar, tidak hanya masalah cerita cinta, atau pertemanan tetapi lebih kepada karakter seorang remaja untuk dapat melepaskan masa kanak-kanak ditunjukkan melalui serangkaian kehidupan seleksi alam di SMA. Saya merupakan salah seorang yang cukup aktif di SMA. Tepatnya SMA PangudiLuhur St. Yosef Surakarta. Semenjak pertama kali saya menginjakkan kaki di SMA tersebut tepatnya saat tes wawancara dilakukan, saya merasa bahwa saya benar-benar akan sangat cocok dan senang berada di sekolah ini. Tepat saja saya kemudian ikut berbagai kegiatan dan organisasi yang ada di SMA. Dua dari bermacam-macam organisasi yang saya ikuti.. Benar-benar ada yang membuat sampai sekarang menjadi lubang di hati (*ceileh).
Yopala (Yosef Pecinta Alam) dan Teater Biroe. Entah mengapa kedua organisasi tersebut merupakan organisasi yang paling saya cintai tetapi juga yang paling membekas di hati. Apa memang takdirnya seperti ini ya: Mencintai terlalu berlebihan hanya akan memberikan luka. Anyway, saya sebenarnya pada awal dan mulanya bukanlah seseorang yang ingin mencari masalah atau mendapatkan predikat yang kurang menyenangkan dalam kehidupan dan sejarah tetapi apa daya...
Mungkin beberapa dari teman-teman yang benar-benar dekat pasti tahu cerita saya terhadap dua organisasi tersebut.. Tetapi, lebih dari itu saya tiba-tiba merasa rindu dengan *kakak ketemu gede saya: Emmanuel Andi K dan Respati Galang S. Entah kenapa saya merasa rindu dengan mereka. Mungkin karena saya merasa masih memiliki hutang yang sampai sekarang belum melegakkan hati saya. Bahkan, jika bertemupun pasti saya akan menghindar tidak tahu kenapa.
Kembali ke organisasi. Saya pernah selama hampir 2 atau 3 tahun benar-benar merasa kedua organisasi tersebut merupakan keluarga saya. Bahkan, saya membayangkan ketika saya menjadi alumni saya pasti akan merelakan untuk selalu menengok dan membantu adik-adik yang sekarang menjadi penerus. Pada nyatanya itu hanya menjadi imajinasi saya.
Sepertinya saya seperti Toretto yang belum bisa pulang ke Amerika walaupun dengan gelimang harta karena terbatas oleh TERITORI. Ya itulah intinya, saya orangnya terlalu high context. Bila Tuhan mengijinkan mungkin untuk mengulang masa lalu saya ingin kembali ke SMA untuk memperbaiki kesalahan yang membuat saya seperti terasing di keluarga sendiri seperti itu.. Ya intinya manusia tidak dapat sempurna menyenangkan semua orang dan berbuat baik selalu... Saya hanya bisa berterimakasih dan bersyukur masih ada mentari yang memberi hangat. *nglindur

Tepat saat tulisan ini diketik secara acak musik yang mengiringi adalah: Gives You Hell - The All American Rejects. Salah satu lagu kesayangan dari salah satu kakak ketemu gede saya.. Hahaha.. Pas sekali.