Sabtu, 29 Juni 2013

Antara Poros dan Proses Kedewasaan

30/06/2013

Hari ini merupakan hari puncak dari seminggu penuh kehidupan yang berisi dengan dilema, belenggu, amarah, dan keraguan. Seminggu ini kekesalan kerap kali tertumpah dengan air mata, penyesalan, dan doa. Terimakasih untuk pendengar yang masih selalu setia mendengar keluhan-keluhan dan kemanjaan sebagai manusia. Permintaan maaf kepada kawan-kawan dan keluarga yang selama ini terimbas oleh minimnya kedewasaan. Boleh jadi kedewasaan pada diri ini masih akan terus berproses karena kedewasaan tidak pernah ada habisnya.
Maaf kan Imel... 
Maaf telah selalu memberi kerepotan semenjak dari hari kelahiran, hari masuk sekolah, hari berteman, hari sekolah, hari kuliah, hari berorganisasi, dan hari-hari lainnya. Setidaknya aku masih mencoba untuk sadar diri dan membantu (berdamai) dengan diri sendiri terlebih dahulu.

Dibalik catatan:

Dalam kehidupan bermanusia, pastilah kita mengenal dua jenis kata: Terimakasih dan Maaf. Antara poros dan proses kedewasaan dalam berkehidupan, selalu terdapat kesinambungan diantara keduanya. Tidak ada salah satunya yang paling baik.. Semua tergantung poros penggunaan kata-kata tersebut berada dimana dan proses pengucapan kita.... Apakah setulus maknanya? Hanya dalamnya hati seorang yang tahu :))


Tidak ada komentar:

Posting Komentar