Menurut KBBI daring, cinta merupakan kesukaan atau sayang sekali. Catatan saya kali ini mengungkapkan tentang kecintaan saya terhadap beberapa barang. Yap! Saya tidak akan pernah berucap 'Selamat Tinggal' kepada barang-barang ini:
- Sandal Gunung. Boleh jadi saya memang sangat menyukai high heels 13 cm yang sekarang sering saya gunakan ke kampus atau kegiatan lainnya. Boleh jadi saat pertama kali saya membeli heels tersebut saya begitu menyayanginya, hingga saya peluk sampai tertidur. Namun, sandal gunung tidak akan tergantikan. Keduanya berada pada rak yang sama tetapi digunakan pada situasi dan suasana yang berbeda. Saya masih akan tetap setia bersama sandal gunung kesayangan saya itu sampai pendakian-pendakian berikutnya mengingat pertama kali saya mengenalnya saat kelas 2 SMA dan pada saat itu saya dipercaya menjadi Ketua Pendakian Lawu Massal.
- Holden. Memang sekarang saya merengek kepada Papa untuk diperbolehkan membawa Cherokee atau BMW 320i. Boleh jadi pilihan tersebut karena sesuai kebutuhan, kedua mobil tersebut yang saya perkirakan nyaman dan aman untuk dipergunakan saat ini di Serpong-Jakarta. Mungkin memang diperlukan mobil yang 'lumayan tidak rewel' untuk dapat hidup di kota padat ini. Tetapi saya tetap akan menggunakan Holden, Jeep CJ-7, Buick, Flat Master, Dodge, Chevelle, Impala, dan muscle car lainnya ketika saya sudah memiliki penghasilan sendiri dan mampu memberi penghidupan pada mobil-mobil tersebut. 'Maklum' butuh sekedar dari uang jajan mingguan untuk dapat memberi kehidupan pada mobil-mobil 'otot' itu.
Dibalik catatan:
Semua ini karena Sandal Gunung dan Holden itu 'Papa' stuff sekali. Saya mengenal Gunung juga dari beliau. Awal ceritanya kelas 6 SD saya mulai merasa terjurumus ke lingkaran 'kapok cabai' karena mendaki gunung. Waktu itu pendakian gunung masih terasa menyiksa sekali karena belum ditemukannya 'pasangan' yang pas. Mulai dari sepatu sekolah *Reebok*, sepatu satpam yang hitam dan berat *PDL*, hingga akhirnya setelah berdebat dan berargumen dengan Papa karena keamanan sandal gunung akhirnya saya diijinkan untuk membeli satu sandal gunung sebagai pasangan pendakian-pendakian berikutnya. Teringat sandal gunung tersebut saya beli dengan ditemani oleh salah seorang teman pecinta alam. Kemudian sandal gunung tersebut pertama kali dipakai di Gunung Lawu 2010 saat saya dipercaya menjadi Kepala atau Ketua Pendakian Massal.
Sampai sekarang sandal gunung tersebut masih begitu awet karena dijaga (sudah mengalami jahitan berulang kali agar awet) dan dibawa ke Serpong untuk dapat digunakan pada aktivitas-aktivitas lainnya. Sandal gunung tersebut ketika saya masih SMA membuat saya percaya diri karena kelangkaan anak-anak yang menggunakan sandal tersebut. Petualangan bersama sandal gunung tersebut-pun tidak sebatas pada pendakian gunung tetapi juga ketika jalan-jalan bersama papa, kemudian PAPL di PangudiLuhur Brawijaya, penanaman bibit bakau ke pulau rambut, evakuasi banjir di daerah kresek-balaraja, ikut menemani ketika saya menemani Papa mengantar mesin-mesin naik CJ-7 dan masih banyak cerita lainnya :)))
Sedikit berbeda cerita dari Sandal Gunung. Holden sendiri sudah diperkenalkan kepada saya bahkan ketika saya masih belum lahir. Saya tidak akan pernah bisa lupa dengan keganasan mesin di bawah kap Holden tersebut. Walaupun Holden sendiri memiliki beberapa varian seperti Kingswood, Premier, Belmont, StateMan, Station, Torana, Monaro, dan yang lain-lainnya. Keorisinalitas dari mesin sekelas V-8 sampai sekarang tidak ada matinya. Holden sendiri merupakan pabrikan dari Australia tetapi di Indonesia tidak diragukan lagi banyak sekali pemuda karbitan yang mencari-cari mobil jenis satu ini.
Papa merupakan salah seorang yang sampai sekarang masih memiliki kegemaran memburu Holden ini. Penasaran? Monggo bisa mampir ke rumah saya di Jl. Ahmad Yani no 364-386 Surakarta. Saya sempat benar-benar kesal habis-habisan ketika papa merelakan holden-holden dan mobil lawasnya dengan alasan:
"Itu nanti holdennya dibangun sama yang beli, kamu nanti beli aja yang udah bagus." dengan gaya woles-nya tersebut. Tetapi apa boleh dikata dan apa boleh diperbuat. Saya hanyalah anak beruntung yang dilahirkan ditempat yang menurut saya sangat tepat karena dipertemukan dengan hal-hal tersebut. Hahaha. Pada akhirnya saya percaya bahwa nanti saya akan membeli kembali puluhan mobil yang masuk dan keluar dari rumah saya itu. Dibantu doa ya semuanya. Amin :)
"Itu nanti holdennya dibangun sama yang beli, kamu nanti beli aja yang udah bagus." dengan gaya woles-nya tersebut. Tetapi apa boleh dikata dan apa boleh diperbuat. Saya hanyalah anak beruntung yang dilahirkan ditempat yang menurut saya sangat tepat karena dipertemukan dengan hal-hal tersebut. Hahaha. Pada akhirnya saya percaya bahwa nanti saya akan membeli kembali puluhan mobil yang masuk dan keluar dari rumah saya itu. Dibantu doa ya semuanya. Amin :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar