Sabtu, 22 Juni 2013

Ketika Loyalitas Menghargai Sebuah Tanggung Jawab

LOMENTANG - Loyalitas, Menghargai, dan Tanggung jawab...
Ketiga kata-kata tersebut ada ketika saya 'tertendang' dari salah satu keluarga yang saya cintai. Keluarga yang saya relakan selama 2 tahun untuk belajar dan berproses bersama.. Barangkali sekarang saya masih menganggapnya sebagai keluarga..

Semua ini berawal dari rindu akan masa SMA. Memang banyak orang yang mengatakan bahwa masa SMA adalah masa yang paling sulit untuk dilupakan. Memang benar, tidak hanya masalah cerita cinta, atau pertemanan tetapi lebih kepada karakter seorang remaja untuk dapat melepaskan masa kanak-kanak ditunjukkan melalui serangkaian kehidupan seleksi alam di SMA. Saya merupakan salah seorang yang cukup aktif di SMA. Tepatnya SMA PangudiLuhur St. Yosef Surakarta. Semenjak pertama kali saya menginjakkan kaki di SMA tersebut tepatnya saat tes wawancara dilakukan, saya merasa bahwa saya benar-benar akan sangat cocok dan senang berada di sekolah ini. Tepat saja saya kemudian ikut berbagai kegiatan dan organisasi yang ada di SMA. Dua dari bermacam-macam organisasi yang saya ikuti.. Benar-benar ada yang membuat sampai sekarang menjadi lubang di hati (*ceileh).
Yopala (Yosef Pecinta Alam) dan Teater Biroe. Entah mengapa kedua organisasi tersebut merupakan organisasi yang paling saya cintai tetapi juga yang paling membekas di hati. Apa memang takdirnya seperti ini ya: Mencintai terlalu berlebihan hanya akan memberikan luka. Anyway, saya sebenarnya pada awal dan mulanya bukanlah seseorang yang ingin mencari masalah atau mendapatkan predikat yang kurang menyenangkan dalam kehidupan dan sejarah tetapi apa daya...
Mungkin beberapa dari teman-teman yang benar-benar dekat pasti tahu cerita saya terhadap dua organisasi tersebut.. Tetapi, lebih dari itu saya tiba-tiba merasa rindu dengan *kakak ketemu gede saya: Emmanuel Andi K dan Respati Galang S. Entah kenapa saya merasa rindu dengan mereka. Mungkin karena saya merasa masih memiliki hutang yang sampai sekarang belum melegakkan hati saya. Bahkan, jika bertemupun pasti saya akan menghindar tidak tahu kenapa.
Kembali ke organisasi. Saya pernah selama hampir 2 atau 3 tahun benar-benar merasa kedua organisasi tersebut merupakan keluarga saya. Bahkan, saya membayangkan ketika saya menjadi alumni saya pasti akan merelakan untuk selalu menengok dan membantu adik-adik yang sekarang menjadi penerus. Pada nyatanya itu hanya menjadi imajinasi saya.
Sepertinya saya seperti Toretto yang belum bisa pulang ke Amerika walaupun dengan gelimang harta karena terbatas oleh TERITORI. Ya itulah intinya, saya orangnya terlalu high context. Bila Tuhan mengijinkan mungkin untuk mengulang masa lalu saya ingin kembali ke SMA untuk memperbaiki kesalahan yang membuat saya seperti terasing di keluarga sendiri seperti itu.. Ya intinya manusia tidak dapat sempurna menyenangkan semua orang dan berbuat baik selalu... Saya hanya bisa berterimakasih dan bersyukur masih ada mentari yang memberi hangat. *nglindur

Tepat saat tulisan ini diketik secara acak musik yang mengiringi adalah: Gives You Hell - The All American Rejects. Salah satu lagu kesayangan dari salah satu kakak ketemu gede saya.. Hahaha.. Pas sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar