Selasa, 24 Desember 2013

R for Reflection

1:11 AM
12/25/2013

Terbersit pertanyaan dalam hati, apa yang pernah aku perbuat selama ini? Mengapa terkadang waktu begitu cepat berlalu, dan itu terhitung ketika berulang tahun atau sedang merayakan acara tahunan seperti sekarang ini, Natal.
Kemudian terbersit pertanyaan lagi, tahun kemarin perayaan Natal seperti apa yang aku alami? Bahkan aku sendiri sedang berusaha mengingat-nya dan hasil akhirnya adalah sulit untuk mengingat.
Lalu, pertanyaan skakmat
Apa yang akan aku perbuat untuk kedepannya? 

DENAYUIMELDADEH PART II

R.A. Gabriella Imelda Wiseso, perempuan jawa ini adalah putri pertama dari dua bersaudara. Kelahiran Surakarta, 22 oktober 1992. Merupakan mahasiswa aktif di Universitas Multimedia Nusantara dengan Program Studi Ilmu Komunikasi peminatan Public Relations angkatan 2011. Imelda panggilan akrabnya, menamatkan sekolah di SMA Pangudiluhur St. Yosef Surakarta. Kini ia sedang merampungkan masa jabatannya sebagai wakil ketua BEM UMN Gen 3.

Menjadi team creative dari promotor terbesar di Indonesia dan PR dari salah satu perusahaan pertambangan di Indonesia menjadi cita-citanya saat ini. Ketika duduk dibangku SMA, OSIS, grup Teater Biroe, dan Pecinta Alam diikutinya. Meskipun begitu, Imelda tetap mempertahankan prestasi akademiknya.

Di UMN, Imelda mengikuti berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa yaitu Teater KataK dan anggota dari Rencang (UKM Sosial UMN). Tidak hanya di dalam kampus, baru-baru ini Imelda menjadi salah seorang 'Penyala' dari Taman Bacaan Indonesia Mengajar di daerah Lereng, Pondok Cabe, Pamulang.

Beberapa pengalaman organisasi Imelda di UMN :
- Anggota humas Teater Katak
Konseptor pada acara OMB 2012 'The University Indiversity'
- Ketua Jumba (Jumat Batik UMN)
- Ketua Miss UMN 2013 'The First Lady in Diversity'
- Koordinator PIC dari OMB 2013


http://aksicerdasterbuka.weebly.com 


Fyi, tulisan diatas merupakan profile dari saya yang kemarin-kemarin mencalonkan diri sebagai seorang Ketua BEM 2013-2014 haha.. Melalui proses pemilu yang sah, Nicholaus Adisetyo Purnomo-lah yang memenangkan jabatan tersebut. Banyak yang berkata-kata bahwa mereka tidak menyangka dengan hasil yang ada karena banyak yang menilai kemungkinan saya untuk menang lebih besar. Well, dengan woles saya sudah memiliki feeling bahwa Nicho-lah yang akan menjadi Ketua BEM dan memang benar kejadian hehe. Selamat yaa Nichocho Kuda! Semangat jadi Ketua lalala yeyeye :D

SELAMAT NATAL! Frohe Weihnachten! Merry Christmas! Feliz Navidad! XD

Selamat Natal semua umat manusia di bumi maupun belahan planet yang lainnya. Semoga melalui berkat Natal ini yang lapar dapat dikenyangkan, yang kekenyangan dapat berbagi untuk yang kelaparan, yang kedinginan dapat dihangatkan, yang memiliki kehangatan hati dapat berbagi, yang berkekurangan dapat dicukupkan, yang berkecukupan dapat berbagi untuk sesama. Semoga semuanya bisa berbahagia. Selalu diberkati setiap tahunnya dengan kesehatan, panjang umur, dan yang paling penting berbahagia XD

Ohiya, Natal kali ini saya sedang tidak berkumpul dengan keluarga dan teman-teman. Yap sedang tertinggal sendirian di dorm berarti penuh dengan refleksi diri dong dan jauh dari hingar-bingar 'suka-cita' Natal. Sungguh pengalaman yang menarik dan tentunya penuh dengan hal-hal baru.. Semoga individu baru hasil dari perenungan diri bisa tercipta dan tetap menjadi pelita bagi sesama XD

Anehnya, Tuhan memang benar-benar punya rencana dibalik semua ini, Yap.. Imelda adalah orang yang paling tidak berani untuk apa-apa sendiri. Menyendiri dan sendirian adalah hal yang paling ditakutinya didunia ini tetapi Tuhan berkarya dan melalui kesendirian untuk sementara ini merupakan hal yang tepat untuk merenungkan kembali siapa saya.



Selamat Natal semuanya! 


-Salam Denayuimeldadeh-

Senin, 23 Desember 2013

Keluarga Besar Papa

Kiri Papa dan Kanan sepertinya Om Dasto
Jalan Sabang No.4 Banjarsari Surakarta. Rumah dengan penuh kenangan. 


Eyang-eyangnya Papa. Eyang buyutnya Imelda.
Makam Bonoloyo. Masih ada Eyang Putri dan Eyang-eyang lainnya.

Apa inti dari saya post-post foto-foto ini? Sebenarnya karena saya suka sesuatu yang kuno, bersejarah, dan hitam-putih, penuh kenangan seperti foto-foto di atas. Hehehe.. Ini salah satu lagi-lagi bentuk random malam-malam ala Imelda ahaha..

Nyunyuan Malam-malam

Denayu...

Gabriella....

Imelda.....

Wiseso....

dek

Kind a so sweet.

Hallo semuanya. Semua individu pasti memiliki panggilan kesayangannya masing-masing kan? Begitu juga dengan saya. Saya biasa dipanggil Imelda.. tetapi ketika ada beberapa orang yang memberikan panggilan 'kesayangannya' untuk saya. Saya selalu merasa special. Yap! Terkhususkan begitu lho.. hahaha.. Mau itu dosen, teman, sahabat, gebetan, kakak ketemu gede, semuanya membuat khusus dan mem-bungah-kan hati.. ahaha :D



Minggu, 15 Desember 2013

Seorang Imelda (Biasa).


Sudah lama aku jarang memberikan tulisan-tulisan di blog ini. Hari ini aku sempatkan untuk aku bisa memberikan keluh kesah sebagai manusia biasa terutama Imelda yang biasa saja. Maksud hati sudah berbagai kegiatan dan pengalaman indah dan menyenangkan yang aku alami selama rentan waktu dari post terakhirku beberapa bulan yang lalu. Hal indah pasti akan selalu diingat karena memiliki kesan yang pasti membuat bungah di dalam hati. Entah itu ke Bali, naik gunung bersama Papa, suksesnya Miss UMN, pengalaman menjadi kandidat Calon Ketua periode 2013-2014, hingga dilantik kembali sebagai Koor. Humas dari Badan Eksekutif Mahasiswa UMN (Universitas Multimedia Nusantara).

Hari ini bukan hal-hal diatas yang akan aku bagikan ke kalian.. 

Berawal dari keinginan untuk memiliki handphone super canggih dan tahan banting Sony Xperia Acro S. Tahun lalu, 2012 aku sudah ingin berganti handphone karena yang aku miliki waktu itu Nexian sudah kurang layak dan kurang mendukung dalam kegiatan aktivitas sehari-hari yang you know anak zaman sekarang memerlukan mobilitas yang tinggi terhadap internet. Januari 2013, Mama menjanjikan untuk membelikan aku handphone tersebut tetapi karena satu dan lain hal terpending hingga tengah tahun. Tengah tahun dana sudah ada, Acro S-nya sudah tidak ada dipasaran padahal dengan harga yang sama aku bisa mendapatkan Iphone 4S. Tapi lagi-lagi karena keinginan punya handphone yang canggih dan bisa dicelup di air aku ingin pindah ke Sony Xperia V. Lagi-lagi terpending padahal Sony Xperia V sudah di depan mata. Singkat cerita akhirnya mau dibelikan yang Z tetapi karena di toko adanya yang Z Ultra alhasil Mama membelikan yang Z Ultra.
Senang? Tentu iya.
Beban? SANGAT! Sebagai anak yang tahu bahwa orang tuanya tidak mudah menghamburkan uang untuk gadget seperti itu tentu aku sangat bersyukur dan berterimakasih. Apalagi dengan sifat negatifku yang semenjak dulu ada yaitu kalau punya keinginan harus tercapai.. Itu membuatku sangat-sangat-sangat berysukur dan boleh dikatakan sombong dalam pemakaian handphone itu.

Singkat cerita 14 Desember 2013 Dimana aku mengeluhkan 4 event: Launching buku di Grand Indonesia, Launching Taman Baca Indonesia Mengajar di Lereng Indah, kuliah umum di Kampus tentang Komunikasi Internasional, dan LDK BEM di Bogor. Hari dimana aku harusnya pusing memikirkan event-event tersebut secara bersamaan malah tersapu bersih karena hilangnya Sony Xperia Z Ultra tersebut. 

Sebagai manusia biasa tentu aku panik, bingung, dan tidak tahu harus berbuat apa walaupun di dalam otak sedang berpikir keras dengan segala rencana.

Pelajaran hidup? Memang.
1. Sekeras apapun hati meyakinkan diri bahwa masih banyak orang baik dan jujur, kenyataan terkadang berkata lain.
2. Sebaik apapun karma yang kamu lakukan? Kamu tidak bisa menentukan kapan karma baikmu selama ini untuk dihitung.
3. Siapa orang-orang terbaik yang tetap disampingmu? Selalu ada dan percaya bahwa mereka adalah malaikat-malaikat yang dikirim oleh Tuhan supaya bisa menguatkanmu dengan berbagai cara mereka.
4. kembalilah ke KELUARGA. Mereka adalah orang pertama yang tersakiti oleh tingkah laku arogan dan tolol karena handphone yang hilang ini.

Sebagai manusia biasa aku hanya bisa berdoa dan berusaha mengirimkan telepati kepada orang yang sedang 'menyimpan' handphone ku untuk mau berbaik hati mengembalikan handphone tersebut. Nyatanya sampai kapan keyakinanku pada orang tersebut ada?
Semoga malaikat memenangkannya..

Minggu, 01 September 2013

Euforia OMB 2013

2013! UMN! 2013! YES WE ARE! 2013! THERE'S MORE TO LIFE!!!

Lampion-lampion everywhere

Seperti biasa OMB selalu menimbulkan pro dan kontra baik bagi yang mengalaminya dan para pengamatnya. Bisa jadi sebenarnya panitia dan semua orang yang turut 'sok-sok'an merasa ikut andil dalam OMB tahun ini juga menjadi dalang pencuat dari berbagai kesan-pesan yang diluapkan dibeberapa media sosial. Hahaha! 
Tahun ini OMB memang dikemas dengan suasana yang menurut saya semi-militer karena kalau nggak A berarti salah. Bagaimana dengan argumen? Argumen sangat diperbolehkan tetapi yang namanya hidup dibudaya timur tentu para Maba: Mahasiswa Baru, lebih memilih untuk mundur teratur dari pada menjadi 'catatan khusus' dari kakak-kakak angkatan atas. Kenapa seperti ini? Nyatanya saya dan teman-teman seperjuangan kuliah menemukan dosen yang tidak mau atau tidak bisa untuk didebat. Jadi ya argumen saya tentang lebih baik mundur teratur bukan sekadar retorika saja. 
Seperti OMB yang telah berhasil disajikan oleh para konseptor pada 2012 lalu, konsep pada 2013 ini tidak jauh berbeda. Danlap: Komandan Lapangan yang sengaja dipersiapkan untuk semakin memberi 'warna' pada OMB tahun ini sengaja menjadi garda depan penyambut para maba 2013. Materi, panitia, dan segala persiapan tambahan semua disiapkan dan dilakukan demi sukses dan berhasilnya para konseptor menerapkan tema inti tersebut dalam kehidupan mahasiswa baru.
Bagaimana dengan mahasiswa apatis, pasif, dan self-centered 2013 ini? Setiap angkatan dalam perkuliahan pasti tidak mungkin tidak pernah menjadi mahasiswa seperti ini.. Dimaklumi saja, butuh proses untuk menjadi seseorang pol-pol'an yang benar-benar berjuang bagi almamater, persada, dan sesama.
Bagaimana dengan tolak ukur keberhasilan OMB 2013? Big No.. Noo!!! Untuk yang mengatakan dan komentar tentang lampion dan kembang api. Euforia tersebut hanya hadiah kecil dari kami para panitia untuk kalian para maba. Kesuksesan sebenarnya adalah perubahan pada diri kalian menjadi lebih siap untuk mengikuti perkuliahan sehingga dapat berguna bagi almamater, persada, dan sesama. Terapan There's more to life dalam kehidupan perkuliahan kalian, maksudnya kalau kalian menjadi mahasiswa ya ndak terkenal dengan nyek-nyekan mahasiswa kupu-kupu tooo.. 



Bersambung...



Nah.. Tulisan di atas hanya beberapa luapan pikiran yang saya tuangkan.. Bagi pembaca yang merasa mau bertukar pikiran dengan saya, saya sangat dengan pikiran terbuka monggo mari bertemu saja hahahaha XD



Keluarga besar PIC OMB UMN 2013
PIC! YES MEL! PIC! BISA JADI-an!

Imelda. Sekar. Lois. Vio
Kita berempat dalam keluarga PIC. HAHAHAHA. Hidup gosong!







Jumat, 12 Juli 2013

Firasat Merindu

And I just hope you know 'Cause the hardest part of this is leaving you - Cancer 
(My Chemical Romance).

Entah siapa pernah berkata, apabila kita memimpikan seseorang tanpa sebelumnya memikirkan sosok tersebut berarti seseorang itu sedang merindukan kita.
Nah! Rindu yang terbungkus melalui mimpi memang sangat romantis. Apalagi ketika mimpi ini sampai membuat kita enggan untuk terbangun di alam nyata.

18:18: Rindunya terbungkus oleh mimpi.

Terimakasih bunga mimpi yang telah berhasil membuat 12 Juli 2013-ku menjadi penuh kenangan. Bagaimana tidak apabila mimpi yang ada seolah sangat seperti nyata. 

Karena dimimpi saya merasa bahwa saya akan benar-benar menghabiskan hidup dengannya setelah perjuangan selama beberapa tahun ini. Karena dimimpi tersebut 'dia' meyakinkan orang banyak bahwa dia memilih saya karena Apa Adanya-Saya. Karena dimimpi tersebut boleh jadi kami telah dewasa. Karena dimimpi tersebut saya melihat wajahnya dengan jelas. Karena dimimpi tersebut saya akan 'resmi' bersamanya dalam suatu hubungan yang lebih matang. Karena setelah mimpi tersebut, memang benar saya masih belum benar-benar mencoba terlepas darinya. Semoga setelah kepulangannya dari US. Senyum yang sama masih ada..

Benar adanya mungkin sekarang dia yang akan memimpikan saya karena saya merindukannya. Bunga mimpi taburkanlah bubuk rinduku padanya. 

Minggu, 30 Juni 2013

Sedikit Cerita Tentang Dua Cinta

Cinta.
Menurut KBBI daring, cinta merupakan kesukaan atau sayang sekali. Catatan saya kali ini mengungkapkan tentang kecintaan saya terhadap beberapa barang. Yap! Saya tidak akan pernah berucap 'Selamat Tinggal' kepada barang-barang ini:
  1. Sandal Gunung. Boleh jadi saya memang sangat menyukai high heels 13 cm yang sekarang sering saya gunakan ke kampus atau kegiatan lainnya. Boleh jadi saat pertama kali saya membeli heels tersebut saya begitu menyayanginya, hingga saya peluk sampai tertidur. Namun, sandal gunung tidak akan tergantikan. Keduanya berada pada rak yang sama tetapi digunakan pada situasi dan suasana yang berbeda. Saya masih akan tetap setia bersama sandal gunung kesayangan saya itu sampai pendakian-pendakian berikutnya mengingat pertama kali saya mengenalnya saat kelas 2 SMA dan pada saat itu saya dipercaya menjadi Ketua Pendakian Lawu Massal.
  2. Holden. Memang sekarang saya merengek kepada Papa untuk diperbolehkan membawa Cherokee atau BMW 320i. Boleh jadi pilihan tersebut karena sesuai kebutuhan, kedua mobil tersebut yang saya perkirakan nyaman dan aman untuk dipergunakan saat ini di Serpong-Jakarta. Mungkin memang diperlukan mobil yang 'lumayan tidak rewel' untuk dapat hidup di kota padat ini. Tetapi saya tetap akan menggunakan Holden, Jeep CJ-7, Buick, Flat Master, Dodge, Chevelle, Impala, dan muscle car lainnya ketika saya sudah memiliki penghasilan sendiri dan mampu memberi penghidupan pada mobil-mobil tersebut. 'Maklum' butuh sekedar dari uang jajan mingguan untuk dapat memberi kehidupan pada mobil-mobil 'otot' itu.
Dibalik catatan: 

Semua ini karena Sandal Gunung dan Holden itu 'Papa' stuff sekali. Saya mengenal Gunung juga dari beliau. Awal ceritanya kelas 6 SD saya mulai merasa terjurumus ke lingkaran 'kapok cabai' karena mendaki gunung. Waktu itu pendakian gunung masih terasa menyiksa sekali karena belum ditemukannya 'pasangan' yang pas. Mulai dari sepatu sekolah *Reebok*, sepatu satpam yang hitam dan berat *PDL*, hingga akhirnya setelah berdebat dan berargumen dengan Papa karena keamanan sandal gunung akhirnya saya diijinkan untuk membeli satu sandal gunung sebagai pasangan pendakian-pendakian berikutnya. Teringat sandal gunung tersebut saya beli dengan ditemani oleh salah seorang teman pecinta alam. Kemudian sandal gunung tersebut pertama kali dipakai di Gunung Lawu 2010 saat saya dipercaya menjadi Kepala atau Ketua Pendakian Massal. 
Sampai sekarang sandal gunung tersebut masih begitu awet karena dijaga (sudah mengalami jahitan berulang kali agar awet) dan dibawa ke Serpong untuk dapat digunakan pada aktivitas-aktivitas lainnya. Sandal gunung tersebut ketika saya masih SMA membuat saya percaya diri karena kelangkaan anak-anak yang menggunakan sandal tersebut. Petualangan bersama sandal gunung tersebut-pun tidak sebatas pada pendakian gunung tetapi juga ketika jalan-jalan bersama papa, kemudian PAPL di PangudiLuhur Brawijaya, penanaman bibit bakau ke pulau rambut, evakuasi banjir di daerah kresek-balaraja, ikut menemani ketika saya menemani Papa mengantar mesin-mesin naik CJ-7 dan masih banyak cerita lainnya :)))
Sedikit berbeda cerita dari Sandal Gunung. Holden sendiri sudah diperkenalkan kepada saya bahkan ketika saya masih belum lahir. Saya tidak akan pernah bisa lupa dengan keganasan mesin di bawah kap Holden tersebut. Walaupun Holden sendiri memiliki beberapa varian seperti Kingswood, Premier, Belmont, StateMan, Station, Torana, Monaro, dan yang lain-lainnya. Keorisinalitas dari mesin sekelas V-8 sampai sekarang tidak ada matinya. Holden sendiri merupakan pabrikan dari Australia tetapi di Indonesia tidak diragukan lagi banyak sekali pemuda karbitan yang mencari-cari mobil jenis satu ini. 
Papa merupakan salah seorang yang sampai sekarang masih memiliki kegemaran memburu Holden ini. Penasaran? Monggo bisa mampir ke rumah saya di Jl. Ahmad Yani no 364-386 Surakarta. Saya sempat benar-benar kesal habis-habisan ketika papa merelakan holden-holden dan mobil lawasnya dengan alasan:
"Itu nanti holdennya dibangun sama yang beli, kamu nanti beli aja yang udah bagus." dengan gaya woles-nya tersebut. Tetapi apa boleh dikata dan apa boleh diperbuat. Saya hanyalah anak beruntung yang dilahirkan ditempat yang menurut saya sangat tepat karena dipertemukan dengan hal-hal tersebut. Hahaha. Pada akhirnya saya percaya bahwa nanti saya akan membeli kembali puluhan mobil yang masuk dan keluar dari rumah saya itu. Dibantu doa ya semuanya. Amin :)

6 Bulan Berkehidupan. Selamat Datang Juli!

Hallo Juli! Boleh jadi Juli merupakan salah satu bulan dari 12 bulan yang ada yang mungkin dinanti oleh seseorang (saya) yang merasa hidupnya selama 6 bulan lalu masih hampa.
Terimakasih karena telah menyadarkan saya bahwa masih terdapat 6 bulan tersisa untuk menyelamatkan 2013 ini dengan sempurna. Viva 2013! Tuhan berkarya, manusia diberkati :))


  1. Diawali dengan sesuatu yang sedang ditunggu-tunggu semenjak Januari lalu. Bisa jadi merupakan status baru, barang/kebutuhan tertentu yang akhirnya tergantikan dengan yang baru, pribadi baru, pemikiran baru, ide baru, keinginan baru, rencana baru. Improvisasi,
  2. Bersenang-senang menikmati liburan semester yang 'lumayan'. Mengingat, saya seharusnya sudah mulai berlibur dari 24 Juni. Berbagai tanggung jawab seperti BEM, Teater, dan pertemanan, akhirnya membuat saya memutuskan untuk menunda liburan dan kepulangan hingga KRS-Semester ganjil berakhir. Jika jadi, Tuhan berkenan, dan teman memang sangat maha baik maka mungkin terbayarkan dengan Pantai Pramuka. Kalau dirasa Pantai Pramuka masih muluk, saya masih mensyukuri apabila ada yang berbaik hati mengajak saya ke Kwitang untuk berburu harta karun: buku,
  3. Mengejar target yang sudah berada ditengah-tengah jalan. Yak! Tak lain dan tak bukan adalah OMB 2013 dengan jobdesk sebagai seorang Koor. PIC yang dapat bertanggung jawab. Kemudian masih seputar Miss UMN dengan pencarian dana yang lebih 'highclass' dengan target ter-hufftness. Semoga kabul ya saudara-saudara! Hahaha,
  4. Jangan lupa ya Denayuimeldadeh untuk menabung atau menyisihkan uang jajan mingguan. Semua ini demi One Republic yang entah akan dengan siapa menikmati pertunjukan konser tersebut karena sepertinya peminat di Indonesia (teman-teman saya) masih minim. Ohiya, mengingat selama di Serpong belum menyentuh sama sekali konser-konser. Huft! Salah siapa ini, salah twitter karena gara-gara batas tweet-nya saya jadi gagal menang 2 tiket konser JRL 2013 dengan pautan 4 tweet saja, atau Soundrenaline yang berakhir dengan ricuh, atau Sigur Ros yang kalah tiket karena tidak mumpuninya peralatan untuk menang? Hahaha. Kemudian,
  5. Mungkin bisa singsetin badan sedikit, demi dress Miss UMN nanti bisa menarik hati. Demi speech! dan demi rencana hemat yang keramat,
  6. KULIAH YANG BENAAARRRR! Dimaksudkan kepada Denayuimeldadeh bahwa kuliah dengan benar itu adalah mengejar nilai B paling minim untuk UTS mengingat kejadian UTS semester 4 porak poranda, badai gurun, gunung meletus, bumi gonjang-ganjing kan kan kan,
  7. Keluar secara baik-baik dari organisasi yang satu itu dan masuk organisasi menyenangkan tetapi melelahkan tetapi memuaskan yang sempat terhenti karena kemalasan untuk naik-turun tangga. Kembali ke alam lebih baik sepertinya (Kembali fokus ikut Mapala aja deh). Hitung-hitung persiapan karena mau ikutan Indonesia Mengajar #Eh (Kata orang seleksinya sulit-sulit njelemit gitu). Lalala Yeyeye *pompom.

Semoga berkat di Juli ini dapat begitu menyenangkan dan terlaksana, jikapun tidak berarti ada skenario 'terbaik' yang disiapkan dari-Nya untuk saya. Hehehe.
Selalu bersyukur, tersenyum, dan bahagia - denayuimeldadeh

Sabtu, 29 Juni 2013

Antara Poros dan Proses Kedewasaan

30/06/2013

Hari ini merupakan hari puncak dari seminggu penuh kehidupan yang berisi dengan dilema, belenggu, amarah, dan keraguan. Seminggu ini kekesalan kerap kali tertumpah dengan air mata, penyesalan, dan doa. Terimakasih untuk pendengar yang masih selalu setia mendengar keluhan-keluhan dan kemanjaan sebagai manusia. Permintaan maaf kepada kawan-kawan dan keluarga yang selama ini terimbas oleh minimnya kedewasaan. Boleh jadi kedewasaan pada diri ini masih akan terus berproses karena kedewasaan tidak pernah ada habisnya.
Maaf kan Imel... 
Maaf telah selalu memberi kerepotan semenjak dari hari kelahiran, hari masuk sekolah, hari berteman, hari sekolah, hari kuliah, hari berorganisasi, dan hari-hari lainnya. Setidaknya aku masih mencoba untuk sadar diri dan membantu (berdamai) dengan diri sendiri terlebih dahulu.

Dibalik catatan:

Dalam kehidupan bermanusia, pastilah kita mengenal dua jenis kata: Terimakasih dan Maaf. Antara poros dan proses kedewasaan dalam berkehidupan, selalu terdapat kesinambungan diantara keduanya. Tidak ada salah satunya yang paling baik.. Semua tergantung poros penggunaan kata-kata tersebut berada dimana dan proses pengucapan kita.... Apakah setulus maknanya? Hanya dalamnya hati seorang yang tahu :))


Sabtu, 22 Juni 2013

Ketika Loyalitas Menghargai Sebuah Tanggung Jawab

LOMENTANG - Loyalitas, Menghargai, dan Tanggung jawab...
Ketiga kata-kata tersebut ada ketika saya 'tertendang' dari salah satu keluarga yang saya cintai. Keluarga yang saya relakan selama 2 tahun untuk belajar dan berproses bersama.. Barangkali sekarang saya masih menganggapnya sebagai keluarga..

Semua ini berawal dari rindu akan masa SMA. Memang banyak orang yang mengatakan bahwa masa SMA adalah masa yang paling sulit untuk dilupakan. Memang benar, tidak hanya masalah cerita cinta, atau pertemanan tetapi lebih kepada karakter seorang remaja untuk dapat melepaskan masa kanak-kanak ditunjukkan melalui serangkaian kehidupan seleksi alam di SMA. Saya merupakan salah seorang yang cukup aktif di SMA. Tepatnya SMA PangudiLuhur St. Yosef Surakarta. Semenjak pertama kali saya menginjakkan kaki di SMA tersebut tepatnya saat tes wawancara dilakukan, saya merasa bahwa saya benar-benar akan sangat cocok dan senang berada di sekolah ini. Tepat saja saya kemudian ikut berbagai kegiatan dan organisasi yang ada di SMA. Dua dari bermacam-macam organisasi yang saya ikuti.. Benar-benar ada yang membuat sampai sekarang menjadi lubang di hati (*ceileh).
Yopala (Yosef Pecinta Alam) dan Teater Biroe. Entah mengapa kedua organisasi tersebut merupakan organisasi yang paling saya cintai tetapi juga yang paling membekas di hati. Apa memang takdirnya seperti ini ya: Mencintai terlalu berlebihan hanya akan memberikan luka. Anyway, saya sebenarnya pada awal dan mulanya bukanlah seseorang yang ingin mencari masalah atau mendapatkan predikat yang kurang menyenangkan dalam kehidupan dan sejarah tetapi apa daya...
Mungkin beberapa dari teman-teman yang benar-benar dekat pasti tahu cerita saya terhadap dua organisasi tersebut.. Tetapi, lebih dari itu saya tiba-tiba merasa rindu dengan *kakak ketemu gede saya: Emmanuel Andi K dan Respati Galang S. Entah kenapa saya merasa rindu dengan mereka. Mungkin karena saya merasa masih memiliki hutang yang sampai sekarang belum melegakkan hati saya. Bahkan, jika bertemupun pasti saya akan menghindar tidak tahu kenapa.
Kembali ke organisasi. Saya pernah selama hampir 2 atau 3 tahun benar-benar merasa kedua organisasi tersebut merupakan keluarga saya. Bahkan, saya membayangkan ketika saya menjadi alumni saya pasti akan merelakan untuk selalu menengok dan membantu adik-adik yang sekarang menjadi penerus. Pada nyatanya itu hanya menjadi imajinasi saya.
Sepertinya saya seperti Toretto yang belum bisa pulang ke Amerika walaupun dengan gelimang harta karena terbatas oleh TERITORI. Ya itulah intinya, saya orangnya terlalu high context. Bila Tuhan mengijinkan mungkin untuk mengulang masa lalu saya ingin kembali ke SMA untuk memperbaiki kesalahan yang membuat saya seperti terasing di keluarga sendiri seperti itu.. Ya intinya manusia tidak dapat sempurna menyenangkan semua orang dan berbuat baik selalu... Saya hanya bisa berterimakasih dan bersyukur masih ada mentari yang memberi hangat. *nglindur

Tepat saat tulisan ini diketik secara acak musik yang mengiringi adalah: Gives You Hell - The All American Rejects. Salah satu lagu kesayangan dari salah satu kakak ketemu gede saya.. Hahaha.. Pas sekali.

Selasa, 28 Mei 2013

Sebuah Ungkapan 'Rasa'

dear you, Mr. President of ...

RESPECT is something earned.. not given even by your muscle.. From that time, i've lost 'something'..

Dibalik catatan: 

Hey you! Yes you :D Gotcha! Don't assume my 'lovely tulisan' are about you. But if you're affected by them, then that obviously means you're guilty of something. 

........ Sebuah ungkapan rasa, mungkin masih lara yang sama.

Minggu, 26 Mei 2013

rockNroll


Kenapa terlahir untuk membatu dan menggelinding? 
Membatu agar dapat melewati aral-melintang yang ada di depan mata dan Menggelinding agar dapat merasakan kehidupan baik di atas maupun bawah. Lebih dari itu saya memandang 'Born to be a rockNroll' adalah suatu usaha persuasif melalui tulisan agar kita terutama saya sebagai manusia biasa tidak mudah menyerah dalam berkehidupan.
Sangat sesuai sih seperti julukan yang digunakan oleh beberapa teman laki-laki semasa SMA yang menyebut saya 'Watu Gunung' karena katanya mirip seperti batu gunung -_________-
Ya. Tepat! Saya adalah batu gunung yang dingin, kuat, dan penyuka kontroversi.. kalau kata iklan: Life is never flat



Senin, 20 Mei 2013

What's on my mind?

Sudah baca tulisan di gambar tersebut?
Tepat sekali! Saya masih belum menemukan apa yang saya cari. Ketika saya telah menemukannya, mungkin saat itu pulalah tugas sebagai seorang manusia dan anak manja ini berakhir. Sebagai seorang wanita muda bermasa depan saya akan tuntas dan tunai terhadap apa yang dicari oleh saya sebagai manusia ke depannya. 
Selama saya belum menemukannya? Saya akan terus berulah di dunia... dengan karya, dengan nama, dengan kreatifitas, dengan budaya, dan dengan cinta-bahagia.

Gawat. Saya masih belum menemukannya. Oh tidak ini berbahaya. Oh tenang.. Inilah prosesnya nak.. jangan terburu-buru atau tergesa-gesa, nikmati saja setiap proses dan perjalanannya. Belajar sesuatu? *bisik Tuhan kepadaku melalui batin diri sendiri.


Rabu, 15 Mei 2013

Persembahan Sebuah Tulisan Kepada: R.A. Yosua Ariane Amos Elia Wiseso

16/5/2013

Selamat Ulang Tahun adikku tercinta.. Semoga berkat kasih melimpah, karunia kesehatan, kelancaran, kesuksesan, dan kebahagiaan selalu menyertaimu di dalam kehidupan. Hari ini bertambah-lah umurmu.. Semoga bertambah pula kedewasaan untuk mampu menghadapi hari-hari baru dengan segala tantangannya. Jadilah seorang Amos yang kuat dan mampu menerangi kegelapan.. Selalu berteguh pada keyakinan..

Hari ini salah seorang sahabat-ku dalam berbagi rahim, berbagi kamar, berbagi kebahagiaan, berbagi kesedihan, berbagi kasih sayang telah semakin menunjukkan ke dewasaannya dalam 17 tahun ia hidup di dunia. Doa-ku satu bahwa ia bahagia dalam menerima setiap karunia Tuhan yang ia dapati. Aku merindukanmu dek, (Walaupun ujung-ujungnya kalau pulang ke Solo pasti ribut lagi-lagi-lagi ribut).

Dunia harus tahu dia pernah GEMPAL! Lebih gempal dari pada saya \m/
Pos 4 Penggik Gunung Lawu pendakian 2011
Sekarang. Ceileh teman mendaki. Uyeeeh
Terlihat akur, rukun, saling menyayangi?
Percayalah.
Kita pernah membuat surat perjanjian piutang uang jajan ketika masih SD.
#FYI,
yang utang saya ._.

Selasa, 07 Mei 2013

Sedikit Cerita: Sedikit yang Dapat Terbagikan

Ada kalanya ketika kita berada di tempat yang paling kita rasakan nyaman, sering kali kenyamanan itu berubah menjadi bumerang. Bisa dikatakan saya selalu belajar dan berproses melalui sebuah organisasi. Banyak pengalaman yang diterima di dalamnya tetapi banyak pula yang menjadi 'catatan' dalam kehidupan. Rela berkorban sudah pasti, lelah dan putus asa memang akan sangat sering menghampiri. Sekarang tinggal siapa yang akan bertahan? Siapa yang akan menjadi pemenang! Pemenang untuk dirinya sendiri dan untuk 'sekitar'. Pemimpin dan Bos menurut saya keduanya sama-sama memiliki peranan yang penting dan pemegang kebijakan tertinggi tetapi pembedanya tentu banyak orang yang pasti sudah tahu bahwa proses yang mereka lakukan terhadap organ di bawahnya..

Mungkin saya sedang mencari jati diri dan matahari untuk kembali menghangatkan. Tidak apa, bukankah kehidupan itu tidak selalu nyaman dan aman. Bersyukurlah..



Apa hubungannya organisasi, pemimpin-bos, dengan Little Miss Sunshine? Sebenarnya tidak ada hubungannya, kalaupun ada, silakan anda sendiri yang mencari benang merahnya. Ini hanya sekadar isengnya saya saja.. Kata-katanya bagus :))


Oke Ngantuk! SEMAAAAAAANGAAAAAT ;')

Minggu, 05 Mei 2013

Ada Rindu Untuk Sebuah Masa

i miss the day when: get up and out into the wild with some friends and just run around and play games! Yeah, the childhood innocence.

  • Ada masa ketika saya begitu merindukan hanya sekolah sebagai seorang murid SMA: Duduk, terbahak, bercengkrama bersama sahabat di kantin-koridor-parkiran, mencuri-curi waktu hanya sekadar untuk menghirup udara di luar kelas, menyanyikan mars sekolah setiap pagi setelah doa pagi, belajar tentang mata pelajaran kesayangan (Antropologi, Bahasa Jerman, Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, Sejarah, PKN, Sastra Indonesia, Arab-Melayu)
  • Ada masa ketika saya begitu merindukan hanya sekolah sebagai seorang murid SMP: Duduk, mengulang di buku hukuman karena tidak lulus nilai matematika, mendapat hukuman mengepel, berlomba kelas dengan PBB terbaik, jam kosong yang selalu terisi dengan riuh, doa tepat pukul 12 siang
  • Ada masa ketika saya begitu merindukan hanya seorang anak SD: Penuh dengan tawa-canda, iri-dengki, tangis-teriak, kehidupan seperti sinetron yang penuh dengan pamer-pamer barang-barang kas kanak-kanak, seperangkat peralatan alat-tulis yang lengkap, tayangan televisi yang menarik (Amigos, Vampire China, Doraemon, Dragon Ball, Boboho, dll)
  • Ada masa ketika saya begitu merindukan hanya seorang anak TK: Penuh dengan snack enak, kelas hanya makan-doa-KTK bersama, merengek minta ini-itu, es krim, balon, dasi TK
  • Ada masa ketika saya begitu merindukan hanya seorang anak: Teriak, lari, menangis, menari, tertawa, menyanyi, marah, kesal, nakal, penuh rasa penasaran, cerewet, dan lain-lain secara bebas. BEBAS.

Anak Kolong: Jagoan

It does not hurt for you to think things through a bit, but don't give up on your own needs. So you are tempted to sneak quietly into a corner and suck your thumb. But that won't help.

Dibalik catatan: Anak kolong kan Jagoan! Siapa berani melawan? Diri sendiri mungkin harus dilawan.. Lain-nya bagaimana? Pasti ada yang membantu dari belakang. 
Ingat strategi perang: you maju i cover. all right roger :)

Sesekali Perbolehkan Saya...

Boleh saya marah? Boleh saya menyesal? Boleh saya mengeluh? Boleh saya berteriak? Boleh saya menggugat? Boleh saya bukan menjadi diri saya? Boleh saya...

Boleh.. boleh.. dan boleh...

Aku kira aku bisa memperbaiki nilai di semester 3 yang lalu menjadi lebih baik. Aku pikir aku bisa mengembalikan reputasi dan kualitas IP ku di semester 4 ini. Kenyataannya sampai beberapa nilai dari hasil UTS yang baru saja aku alami kemarin semuanya 'mengecewakan'. Ini bukan seperti aku, ini namanya ketimpangan dalam neraca yang dibangun oleh diriku sendiri. Ini namanya kehancuran dalam kehidupan perkuliahan.. Ini namanya aku GAGAL.

Semuanya terjawab sudah beberapa bulan untuk selalu memberikan korban organ diri sendiri kepada Badan yang sampai sekarang aku coba untuk perjuangkan dengan bermacam-macam individu di dalamnya. Banyak sekali yang aku alami hingga akhirnya meledak.

Mungkin sekarang saatnya untuk berhenti sejenak, istirahat, sebelum menjadi Gila. Terutama karena seorang individu yang tidak sadar dirinya itu siapa yang telah membuat lubang.. Karena sebenarnya pelajaranku terhadap tanggung jawab, egois, dan pengendalian diri tidak membutuhkan keangkuhanmu.

Senin, 29 April 2013

111°11'39" LS 07°37'37" BT

Ada apa dengan ketinggian 3265mdpl, tersebut?
Mengapa aku selalu tertarik untuk kembali menginjakkan kaki di puncak itu?
Bagaimana dengan suasanya sekarang?
Apakah masih sehangat teriknya matahari ketika terbit dan sedingin hembusan angin gunung ketika malam?
Siapakah yang akan terus ikut berperan menjaganya ketika aku sedang sibuk dengan urusan duniawi?
Dimana aku bisa begitu tenang merasakan setiap embun yang turun menyelimuti ketinggian seperti di rumah kedua-ku itu?
Kapan lagi aku bisa merasakan kebebasan alam seperti itu?
Terimakasih karena aku selalu dilahirkan kembali menjadi manusia yang belajar untuk berproses melalui alam..
Kaki ini tak akan pernah berhenti melangkah. Prosesku belajar dalam pendakian telah menuntun untuk berhasil melewati seleksi alam yang ada...

Kamis, 11 April 2013

Netjeret Mer-it-es: Dewi Kesayangan Ayahnya

Hari ini seperti biasa aku ingin menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur dan terimakasih..
Hari ini Mama tidak biasanya mengunjungiku di tempat aku berkehidupan sekarang, di tanah Serpong..
Hari ini pula aku dengan sumringahnya menyambut beliau di anak tangga dormitory tempat aku setiap hari menitikan langkah..
Hari ini aku kira Papa juga hadir..
Hari ini aku kira aku akan memberikan senyuman hangat kepada beliau..
Hari ini aku kira aku akan menyombongkan diri kepada beliau dengan semua bagian yang menjadi sejarah dalam ku berkehidupan..
Hari ini aku hanya mendengar suara beliau melalui telepon genggam..
Hari ini aku benar-benar merindukanmu,
Papa..

Mungkin nanti pulang ke Solo aku akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman SMA-ku.. tetapi jauh dari pada itu aku tahu beliau merindukan aku ketika aku masih tidak mengenal dunia remaja, dimana beliau selalu menjadi korban keaktifan, kecerewetan, dan kenakalan kanak-kanakku..

Bukan aku tak bersyukur Ibuku datang kemari.. tetapi lebih dari pada itu aku benar-benar merindukan sosok kuat dan tangguh itu yang selalu menyembunyikan lubuk hati terdalamnya dalam senyuman dan pekerjaan..

Mungkin nanti ketika Wisuda.. Mungkin nanti.. Suatu hari beliau tiba-tiba sudah menantikan sambutan senyum dan teriakan ramah dariku..

Bandung - 1996

Lawu - Perjalanan Pos Bayangan

Senin, 01 April 2013

Apakah Benar Seperti Ini?

I love you. Always have, always will.

Mungkin sedikit. Seperempat tetapi cinta. Bagaimana dong? Hehehe

Minggu, 31 Maret 2013

Spektrum Warna dalam Kehidupan..

31/3/2013-05:57 PM

Terimakasih atas pemandangan lengkung spektrum warna di langit Serpong ;')
Sebagai manusia biasa banyak ungkapan hati, rasa, dan pikiran yang tentu saja tidak dapat diungkapkan..
Melalui pelangi tersebut saya rasa Tuhan (memang) tahu apa yang sedang ada dalam benak saya..

Terimakasih karena warna-warna di dalam pelangi menjadi refleksi kehidupan.

#MingguPaskah2013

R for Redemption

Lois Lane: How could you leave us like that? I moved on. So did the rest of us. That's why I wrote it. The world doesn't need a savior. And neither do I.


Terkasih RPP
Satu dari Tentara Helaman pilihan..

Hari ini aku sedang tidak merindukanmu..
You're just there, in that moment, in that special place and time.
And.. Showing i care means letting (them) go..

karena seseorang pernah berkata kepadaku bahwa kunci membukakan jalan bagi orang lain adalah ikhlas...



What, Why, When, Who, Where and How is Love.


Berdasarkan apa yang Bob Marley katakan di atas. Saya berasumsi bahwa sebaiknya cinta tidak hanya sebatas kata-kata. Melainkan tindakan kita sebagai manusia untuk berbagi dan memberi kasih bagi sesama...

DENAYUIMELDA part I


Berparas ayu, manis, kalem dan njawani pasti akan terpikir bagi sebagian orang ketika mendengar nama R.A. Gabriella Imelda Wiseso. Ya! Nama merupakan kekuatan dan harapan tersendiri bagi kebanyakan orang tua di tanah Jawa. Kebetulan saya lahir dari kedua orang tua yang asli Jawa tetapi masih memiliki banyak sekali keturunan jika dilihat dari silsilah keluarga (Turunan Israel-Belanda). Maka dari itu, nama yang diberikan oleh kedua orang tua saya sangat memiliki arti dan makna, yang mana sampai sekarang selalu saya jadikan gada bagi kehidupan sehari-hari.
Seperti yang telah banyak orang kenal dari saya. R.A. merupakan singkatan dari Raden Ayu. Saya memang masih berdarah biru di Keraton Kasunanan Surakarta-Hadiningrat. Gelar tersebut secara otomatis langsung saya dapat ketika saya dilahirkan di dunia pada 22 Oktober 1992. Gelar yang saya sandang tersebut saya dapatkan dari Ayah saya yang bernama R.M. Yehezkiel Marcellino Wiseso Tito. Akan berbeda ceritanya jika saya lahir dari Ayah yang biasa saja dan Ibu yang seorang ningrat, maka saya tidak mungkin mendapatkan gelar Raden Ayu tersebut. Raden Ayu sendiri sebenarnya merupakan gelar yang diberikan kepada seorang wanita bangsawan yang telah bersuami. Gelar yang seharusnya saya dapat adalah Raden Ajeng tetapi karena terdapat kesalahan saat mengurus akta kelahiran, maka sampai akhir hayat sayapun gelar saya tidak akan berubah. Terkadang saya sangat ingin kembali di zaman ketika gelar yang saya punya masih sangat berpengaruh di kehidupan saya karena sepertinya hidup di tembok keraton dengan segala fasilitas dan pengabdian dari para abdi dalem sangat menggiurkan tetapi dengan nama saya yang saya sandang setidaknya saya menunjukkan pengabdian saya terhadap tanah kelahiran dan keluarga dengan kesuksesan dan pencapaian yang pasti saya raih.
Gabriella merupakan nama baptis yang saya dapat dari baptisan Katolik saat masih bayi. Kedua orang tua saya dahulu adalah keluarga Katholik, tetapi semenjak saya duduk di kelas XI SMA kedua orang tua saya (R.M. Y M Wiseso Tito - Antonia Wiwik W) dan adik saya (R.A. Yosua Ariane Amos Wiseso) telah memiliki keyakinan yang berbeda yaitu Kristen Mormon (Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir). Saya sendiri saat ini masih meyakini agama saya yaitu Katholik, entah mengapa terkadang keinginan untuk berpindah agama untuk bersama-sama keluarga saya terkadang menjadi godaan, tetapi saya mencoba untuk bertahan sampai akhir sebagai seorang Katholik. Gabriella sendiri merupakan malaikat Tuhan yang memberitakan kabar gembira tentang kelahiran Yesus dalam kepercayaan Kristiani. Berkat nama Gabriella itulah saya selalu ingin mewartakan kabar gembira bagi semua orang. Maka jangan ada yang salah sangka jika saya sering tersenyum, menyapa, atau sering terkesan sok dekat. Ya! Karena saya mengimani bahwa saya adalah seorang pewarta gembira.
Nama Imelda tentu tidak asing, nama tersebut diambil oleh Ayah saya karena beliau kagum terhadap si kupu-kupu besi Imelda Marcos. Sedikit terpengaruh oleh si Imelda Marcos saya sangat ingin menjadi seperti beliau, kuat, tegas, tangguh, berkelas, dan seorang wanita pejuang sejati. Sedangkan, Wiseso merupakan nama belakang dari ayah saya yang harus saya pakai sebagai bentuk dari adat Jawa yang patrilinealisme.
Budaya dalam keluarga saya adalah liberal. Ayah saya memang memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk dapat berkembang dengan baik. Saya sendiri menggunakan kebebasan yang diberikan oleh kedua orang tua saya tentu dengan pertanggungjawaban yang tinggi. Kebebasan tersebut terwujud dari Ayah saya yang tidak memaksakan saya untuk berpindah keyakinan walaupun saya tau beliau sangat ingin menggandeng saya. Saya diberi kepercayaan untuk pulang pagi, bahkan tidak pulang ke rumah/dorm ketika saya memang tidak bisa pulang karena tugas. Saya diberi kebebasan memilih masa depan saya walaupun dengan arahan dan pertimbangan dari kedua orang tua saya. Saya boleh berteman dengan siapa saja, dari ras apa saja, suku manapun, dan dari adat yang berbeda sekalipun selama pertemanan saya masih pada jalur aman.
Dalam hal keyakinanpun saya juga dibiasakan untuk selalu ‘kembali kepada leluhur.’ Semenjak saya kecil saya sering sekali berdoa dengan menggunakan tanda salib, memasang ‘kembang setaman’ di sudut-sudut rumah, memasang hio dengan membunyikan lonceng di depan patung Budha, dan melakukan ritual nyadran  di makam-makam leluhur. Awalnya bagi seorang anak kecil hal-hal tersebut akan sangat menakutkan karena erat kaitannya dengan hal-hal mistis dan gaib. Akan tetapi, pada akhirnya saya malah bersyukur karena saya boleh mengenal hal-hal tersebut. Pro-kontra sering terjadi karena orang sering menganggap apa yang saya lakukan adalah hal-hal yang dibenci Tuhan atau menduakan Tuhan tetapi saya melakukan hal-hal tersebut karena saya menghormati leluhur.
Budaya saya yang lainnya juga adalah mendaki gunung. Gunung Lawu adalah gunung yang sering saya daki. Semenjak saya kelas 6 SD mendaki Gunung Lawu telah menjadi tradisi bagi keluarga saya setiap Malam 1 Sura. Saya percaya dengan mendaki gunung, saya telah belajar kembali bahwa manusia itu bukan apa-apa, semua sama (orang asing akan menjadi keluarga) dan saat mendaki gunung puncak prihatin dari kehidupan saya selama ini akan diuji coba. Ayah memang yang mengajarkan saya tentang semua ini, beliau sering berkata jika saya ingin sukses dan dimudahkan jalannya maka leluhur juga jangan dilupakan. Entah mengapa saya juga merasa bahwa leluhur saya ada di Gunung Lawu. Gunung Lawu tidak begitu saja saya daki, ada tujuan yang saya cari di sana, ya bisa disebut dengan Kejawen.
Keluarga besar saya boleh jadi merupakan salah satu keluarga yang berpengaruh (The Godfather) di Solo atau Surakarta. Eyang kakung saya R Winarso Sate adalah seorang pahlawan ’45 dan seorang Mantan Anggota DPR, beliau kini telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Surakarta, beliau pula yang membasmi PKI di Solo. Eyang putri saya R.Ay. Surtiah adalah seorang Jaksa, saya tidak begitu mengenal beliau karena semenjak saya belum lahirpun beliau telah tiada tetapi saya sangat kagum terhadap beliau. Dari keluarga Ibu saya, kakek saya yang bernama Moenarwan adalah seorang Pegawai Negri Sipil di Balaikota Surakarta, sedangkan nenek saya Veronica Moenarwan adalah seorang Juragan Batik. Pengaruh dari keluarga besarpun telah memberikan dampak budaya keluarga besar yang tinggi. Budaya keluarga yang sudah menunjukkan garis keturunan sukses mau tidak mau membuat setiap anak yang lahir dikeluarga besar saya harus setidaknya mempunyai sesuatu yang dibanggakan. Itulah mengapa, ‘menjadi orang’ itu harga mati bagi keluarga kami.
Saya sangat bersyukur dan bangga menjadi seorang yang lahir di Budaya Jawa. Saya sangat senang dengan kesan tua, kolot, dan mistis yang melekat pada kebudayaan saya tersebut. Bahwa sebagai umat beragama saya juga percaya dengan hal-hal mistis, kekuatan alam, dan kekuatan hewan. Saya paling bersyukur karena kebudayaan saya beragam. Semua tertuang dalam pikiran dan budi sebagai seorang anak perempuan, cucu, calon isteri dan Ibu dalam Bedhaya Ku.

Coba tebak 'denayuimeldadeh' yang mana?